Gandi’s Ashram Case

Gandi’s Ashram Case

Ashram GPS Senang Tim Kemen PPPA Segera Datang

kabaRI.id (Klungkung) – Tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dikabarkan akan datang ke Bali. Diperkirakan, adanya dugaan kasus pelecehan seksual di Ashram Gandhi Puri Sevagram inilah yang menjadi perhatiannya.

Ketua tim lawyer terduga pelaku pelecehan seksual, Wayan Mudita kepada kabaRI.id mengaku sangat senang mendengar kabar ini. “Menurut saya itu adalah hal yang bagus, karena KPPPA adalah memang mempunyai tugas dan kewenangan untuk memberikan perlindungan kepada anak anak,” ungkap Mudita.

“Bahwa kami berharap kedatangannya memberikan pengaruh postif bagi anak anak ashram dan menyerap aspirasi anak anak ashram, sehingga mengetahui dan memahami secara pasti tentang kegiatan anak anak ashram itu sendiri,” terangnya.

“Bahwa pedofilia adalah musuh kita bersama. Jika benar ada perbuatan itu sebaiknya dibawa ke jalur yang benar dan tepat, yaitu dilaporkan kepada pihak yang berwajib yaitu kepolisian. Eksploitasi pemberitaan yang cenderung membuat opini negatif adalah tidak baik bagi perkembangan anak anak ashram itu sendiri,” tandas Mudita.

“Bahwa anak anak ashram itu sendiri saat ini sudah geram dan cenderung marah. Dan saya dengar dari pengacaranya telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan pihak pihak yang dianggap menyudutkan anak anak ashram itu sendiri, sehingga langkah ini menurut saya sudah tepat bahwa sebaiknya KPPPA ini agar mendorong pihak kepolisian untuk memanggil pihak pihak yang dilaporkan oleh anak anak ashram itu sendiri,” ulasnya.

Terpisah, Siti Safurah hanya tersenyum dengan upaya Mudita dkk. “Dia tidak paham posisi Undang Undang Perlindungan Anak (UUPA) bagaimana. UUPA tak sama dengan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengacu pada Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” ujar Siti Safurah atau Ipung, Jumat (8/3) malam

“UUPA mengacu pada Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Ini yang tidak dipahami oleh yang tak sepaham. Bagaimana mau sepaham kalau payung hukumnya saja mereka tidak paham isinya?” sindir Ipung, sembari tertawa.

“Saya tidak pernah membenci anak anak ashram. Justru saya berjuang seperti sekarang ini demi untuk kebaikan generasi Bali yang akan datang. Saya tidak perduli mau dilaporkan atau bahkan dipenjara,” seru Ipung.

Infonya, terduga pelaku pedofilia, AIU posisinya sekarang ada di Negara India. Diperkirakan tanggal 20 Maret sudah pulang ke Bali.

Kabari ID March 10, 2019

Share :

Have a question?

Click the button below to get more information

Contact Us